Tips Diet Sehat: Fungsi, Manfaat, & Efek Samping Beta Karoten

Minyak Wortel


Beta karoten merupakan senyawa organik yang ditemukan dalam banyak buah-buahan dan sayuran.

Beta karoten merupakan pigmen kuat yang memberikan warna merah-oranye.

Beta karoten bukan hanya jenis karoten yang paling umum ditemukan di alam, namun juga sebagai sumber terbaik dari vitamin A.

Minyak sawit, wortel, mangga, serta buah dan sayuran lain yang berwarna oranye mengandung banyak beta karoten dan harus dimasukkan ke dalam diet rutin karena manfaat kesehatan yang terkandung di dalamnya.

Beta karoten merupakan sumber terbaik dari salah satu vitamin penting, yakni vitamin A. Vitamin A diperlukan untuk meningkatkan kesehatan penglihatan dan kulit.

Meskipun terdapat senyawa lain yang menjadi sumber vitamin A, beta karoten merupakan sumber yang paling utama.

Semakin oranye warna buah atau sayuran, semakin banyak kandungan beta karotennya, dan karenanya akan semakin banyak vitamin A di dalamnya.

Fungsi Beta Karoten

Beta karoten bisa ditemukan di seluruh bagian buah atau sayuran, tidak terbatas hanya pada buah atau umbi, misalnya.

Intensitas warna oranye merupakan indikasi dari jumlah beta karoten yang terkandung dalam tumbuhan.

Setelah dikonsumsi, beta karoten akan dipecah oleh mukosa di usus kecil. Hasilnya akan berupa vitamin A yang mudah larut yang kemudian didistribusikan ke seluruh tubuh.

Retina merupakan bagian tubuh yang banyak menggunakan vitamin A untuk memperbaiki dan mempertahankan kesehatan penglihatan.

Manfaat Beta Karoten

Manfaat utama beta karoten berasal dari vitamin A yang lazim terkandung di dalamnya, yakni membantu kesehatan kulit agar mampu bernapas dan terbebas dari kotoran.

Beta karoten juga memperbaiki sel batang dan sel kerucut pada retina serta membantu penglihatan secara umum.

Selain itu, hasil penelitian menemukan bahwa beta karoten mencegah penurunan kemampuan kognitif akibat usia.

Hal ini dilakukan dalam sebuah studi dimana orang mengambil beta karoten minimal 50 mg setiap dua hari sekali.

Risiko & Efek Samping

Sebuah penelitian menemukan bahwa beta karoten justru bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru, terutama pada perokok atau orang yang telah terpapar asbestos.

Oleh karena itu, perokok direkomendasikan untuk tidak mengambil suplemen beta karoten dan membatasi jumlah makanan yang mengandung beta karoten. Untuk mendapatkan asupan vitamin A, cobalah untuk mencarinya dari sumber lain.

Meskipun secara umum beta karoten merupakan senyawa yang bermanfaat, namun harus waspada akan bahaya mengkonsumsinya terlalu banyak.

Selain meningkatkan risiko kanker pada perokok, beta karoten yang terlalu banyak bisa menyebabkan carotenemia atau carotenodermia.

Kondisi ini biasanya tidak berbahaya, namun bisa menjadi prekursor kondisi yang lebih berbahaya. Carotenemia atau carotenodermia menyebabkan kulit menjadi kuning.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *