Tips Anti AIDS: Memahami Gejala Awal & Inkubasi HIV/AIDS

Amazine.co | Online Popular Knowledge

HIV AIDS


Meskipun dalam dua dekade terakhir dunia kesehatan sudah banyak mengalami kemajuan, HIV dan AIDS masih merupakan penyakit yang paling mematikan di dunia.

Karena sering disertai dengan penyakit dan kondisi lain, HIV sulit dibedakan dan didiagnosa. Artikel ini akan menjelaskan apa dan bagaimana gejala-gejala awal HIV.

Rentang Waktu

Masa inkubasi HIV (Human Immunodeficiency Virus) membutuhkan waktu yang lama. HIV menular melalui cairan tubuh, seperti air mani, ASI, maupun transfusi darah.

Setelah HIV bermanifestasi, tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit karena virus menyerang sistem kekebalan tubuh.

HIV menyerang sistem kekebalan tubuh dengan menjadi partikel bebas dan sebagai virus dalam sel, sehingga sulit bagi tubuh untuk melawan tanpa bantuan.

Hal yang juga menyulitkan adalah virus HIV tidak memiliki pola genetik atau target yang spesifik. Dengan kata lain, hampir semua orang yang terpapar, berbagi risiko yang sama.

HIV dimulai dengan masa inkubasi. Virus ini dapat bersembunyi di dalam tubuh dari 2 sampai 4 minggu. Tahap infeksi akut berlangsung hampir sebulan.

Demam, sakit tenggorokan, ruam, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening merupakan tanda perkembangan awal HIV. Luka lantas mulai muncul di sekitar mulut dan tenggorokan.

Selama tahap laten, semua gejala hilang selama beberapa minggu atau bahkan bertahun-tahun sebelum akhirnya berkembang menjadi Auto Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

AIDS adalah kondisi dimana sel kehilangan kemampuannya secara total untuk melawan penyakit.

Penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya, infeksi paru-paru, ruam dan luka pada mulut, semuanya merupakan tanda-tanda AIDS.

Pada kondisi ini, tubuh menjadi sangat rentan terhadap hepatitis, herpes, tuberkulosis, dan pneumonia.

Geografi Penyebaran Penyakit

HIV adalah penyakit global. Hampir setengah jumlah orang yang baru terinfeksi HIV berusia di bawah 25 tahun.

Pada tahun 2007, 33 juta orang diperkirakan hidup dengan HIV/AIDS. Tercatat 22 juta orang yang terinfeksi tinggal di Sub-Sahara Afrika dan Amerika Utara memiliki 2 juta orang yang membawa virus.

Di Eropa 1,5 juta orang terinfeksi HIV, sementara di Amerika Latin berjumlah 1,7 juta orang. Sejak tahun 1981, 25 juta orang telah meninggal dunia karena AIDS.

Sejarah

Kasus HIV yang terdokumentasi pertama kali muncul pada tahun 1981. HIV diperkirakan telah berevolusi dari simian immunodeficiency virus yang melompat dari monyet yang terinfeksi kepada manusia.

Meskipun ada kasus kematian pada awal tahun 1950-an yang diduga karena HIV, namun salah satu kasus kematian pertama yang terkonfirmasi karena HIV terjadi pada satu keluarga tahun 1976. Arvid Noe, istri, dan putrinya yang berusia 9 tahun meninggal karena AIDS.

Tes sampel jaringan yang dilakukan pada tahun 1988 mengungkapkan bahwa Arvid dan istrinya terkena virus HIV. Noe mungkin tertular pada tahun 1969 ketika dia aktif secara seksual di Afrika Barat.

Kesalahpahaman

Kesalahpahaman tentang HIV masih ada sampai sekarang. Walaupun HIV tersebar luas di komunitas gay selama periode awal penemuan, namun HIV bukanlah hanya penyakit gay.

HIV juga tidak hanya tersebar oleh laki-laki yang aktif secara seksual dengan banyak pasangan.

Wanita juga secara proporsional didiagnosa pada tingkat yang lebih tinggi pada usia tertentu. Alasan yang dicurigai adalah operasi tidak steril di negara-negara miskin.

Pencegahan/Solusi

Meskipun infeksi HIV tidak terbatas pada transmisi seksual, pencegahan dan pengurangan penyebarannya sebagian besar bergantung pada perubahan gaya hidup seksual.

Menghindari, jelas merupakan cara terbaik untuk mencegah terkena HIV. Tetapi jika Anda aktif secara seksual, sangat dianjurkan untuk menggunakan kondom. Selain itu, kejujuran dengan pasangan seksual dapat membantu mencegah risiko infeksi HIV.

Mengetahui sejarah seksual pasangan Anda dan melakukan pemeriksaan sebelum berhubungan seks dapat mencegah penyebaran HIV.[]

Tags: , , , ,

Kategori: Kesehatan, Kondisi & Penyakit

Jangan ketinggalan:
daun mint
Tips Herbal: 6 Khasiat & Manfaat Daun Mint untuk Kesehatan

artritis
Tips Sehat: Tips Diet untuk Penderita Rheumatoid Arthritis

Close