Tips Sehat Pencernaan: Ketahui 4 Penyebab Buang Gas (Kentut)

Amazine.co | Online Popular Knowledge

kentut


Flatulence merupakan kondisi kesehatan yang ditandai oleh produksi gas dalam sistem pencernaan.

Gas tersebut merupakan produk sampingan dari proses pencernaan makanan.

Gas umumnya diproduksi dalam saluran pencernaan mamalia, termasuk manusia.

Flatulence yang dikenal juga sebagai buang gas (kentut) terdiri atas campuran lima gas yang tidak berbau yaitu nitrogen, hidrogen, CO2, metana, dan oksigen.

Sedang bau menyengat yang umumnya berhubungan dengan buang gas (kentut) disebabkan oleh senyawa sulfur seperti gas hidrogen sulfida (H2S).

Penyebab Buang Gas

Berbagai faktor bisa menjadi pemicu buang gas (kentut) seperti makanan yang tidak tercerna sempurna, penggunaan antibiotik, serta beberapa sebab lain.

Berikut merupakan beberapa penyebab buang gas (kentut):

1. Menelan udara

Seseorang cenderung untuk menelan udara setiap kali makan, minum, atau saat berbicara.

Sebagian besar udara ini digunakan untuk metabolisme normal tubuh, namun, sebagian dari udara mencapai saluran pencernaan bagian bawah sehingga harus dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk gas atau kentut.

2. Penguraian makanan yang tidak tercerna

Penyebab buang gas (kentut) yang lain adalah penguraian makanan yang tidak tercerna.

Karena kekurangan enzim, tubuh tidak mampu mencerna beberapa jenis karbohidrat seperti pati dan gula.

Makanan yang tidak tercerna ini kemudian mencapai usus mana selanjutnya dikonversi menjadi gas oleh berbagai enzim.

Gas ini kemudian dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk kentut.

3. Intoleransi makanan

Pada beberapa individu, penyebab buang gas (kentut) adalah karena intoleransi terhadap makanan tertentu seperti produk susu.

Hal ini terjadi karena sistem pencernaan tidak mampu memecah gula, terutama laktosa, sehingga menyebabkan gas berlebih dalam tubuh yang akhirnya dikeluarkan sebagai kentut.

Sebagian orang lain memiliki intoleransi terhadap gluten atau sejenis protein yang ditemukan dalam gandum.

4. Aditif Buatan

Sistem pencernaan sebagian individu menunjukkan intoleransi terhadap aditif buatan tertentu seperti Sorbitol dan Manitol. Produk ini umumnya digunakan sebagai pengganti gula.

Proses pencernaan yang tidak sempurna dari zat aditif juga bisa memicu produski gas (kentut).[]

Kategori: Kesehatan

Read more:
Biofuels
Alternatif Solar: Inilah Kelebihan & Kekurangan Biodiesel

air mawar
6 Tips Menghaluskan Kulit Wajah dengan Air Mawar

Close