Gejala Kekurangan Protein: 5 Tips Mengenali Defisiensi Protein

Amazine.co | Online Popular Knowledge

Sumber Protein


Protein adalah makromolekul yang terdapat di semua bagian tubuh.

Protein berperan dalam setiap fungsi tubuh, baik untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik, menjaga level energi, perlindungan tubuh, serta metabolisme lemak dan karbohidrat yang diperlukan untuk produksi energi.

Meskipun tubuh memproduksi protein sendiri, sumber protein dari makanan masih tetap diperlukan, terutama bagi orang yang sibuk dan kurang istirahat.

Saat terjadi defisiensi, tubuh akan menggunakan protein yang disimpan dalam jaringan, sehingga pada gilirannya menimbulkan berbagai efek negatif.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengetahui apakah seseorang mengalami defisiensi (kekurangan) protein.

1. Periksa adanya kelemahan otot

Otot dalam tubuh terdiri dari dua jenis protein yang disebut aktin dan miosin yang bekerja bersama sehingga memungkinkan terjadinya gerakan.

Jaringan ini juga yang pertama ditargetkan oleh tubuh ketika terjadi kekurangan protein. Otot yang kekurangan protein akan cepat nyeri, kram, dan lemah.

2. Memeriksa berat badan

Penurunan berat badan mungkin menjadi kabar baik bagi orang yang sedang melakukan diet ketat.

Tetapi harus waspada karena penurunan berat badan bisa pula berarti kekurangan protein terutama bila berat badan berubah secara fluktuatif.

Kekurangan protein dapat memicu edema yang ditandai dengan kelebihan cairan di berbagai jaringan tubuh terutama pada bagian bawah kaki sehingga menyebabkan pembengkakan.

3. Waktu penyembuhan luka

Jika kebetulan memiliki luka, coba amati waktu penyembuhannya.

Kolagen merupakan protein pada kulit yang membuatnya terlihat lentur dan kuat.

Orang yang kekurangan protein sering menunjukkan penyembuhan luka lambat karena kurangnya kolagen.

Selain itu, kulit juga menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari dan dapat memicu ruam, kekeringan, dan kulit mengelupas.

4. Periksa kuku dan rambut

Rambut dan kuku terdiri dari protein yang disebut keratin sehingga akan terpengaruh pada kasus defisiensi protein.

Rapuh dan munculnya semacam lapisan pada kuku merupakan tanda-tanda kuku tidak sehat.

Begitu pula, rambut yang berhenti tumbuh, kerontokan, dan rambut bercabang merupakan gejala kekurangan protein yang bisa diamati pada rambut.

5. Perhatikan tingkat energi sepanjang hari

Kelelahan sering dianggap sebagai akibat bekerja terlalu keras, kurang tidur, atau terlalu banyak tidur.

Namun, kurangnya energi yang memicu kelelahan merupakan salah satu cara tubuh memberitahu bahwa Anda kekurangan protein.

Saran

Selalu perhatikan pola makan, terutama jika Anda seorang vegetarian ketat.

Pastikan untuk menyertakan sayuran kaya protein seperti produk kedelai dan kacang-kacangan.[]

Tags: , ,

Kategori: Kesehatan, Makan & Minum

Read more:
Logo Hamas
Apa itu Hamas? Fakta, Sejarah & Informasi Lainnya

amuba
Apa itu Pseudopodia? Memahami Mekanisme Gerak Amuba

Close