Tanda Masalah Ginjal: Tips Menurunkan Albumin dalam Urin

Amazine.co | Online Popular Knowledge

Ginjal


Ginjal melakukan berbagai fungsi penting agar tubuh tetap normal dan sehat.

Salah satu fungsi utama ginjal adalah menyaring limbah dari darah dan mengeluarkannya dalam bentuk urin.

Ginjal menyaring racun dan limbah sisa metabolisme bersama dengan garam mineral serta air yang berlebih.

Jika urin mengandung bahan yang biasanya diserap kembali ke dalam darah, kondisi ini merupakan indikasi dari masalah ginjal.

Kehadiran albumin dalam tingkat yang signifikan dalam urin juga merupakan indikator gangguan fungsi ginjal.

Albumin adalah protein yang memfasilitasi retensi cairan di dalam darah.

Dalam keadaan normal, albumin seharusnya tidak melewati glomerulus atau filter dari ginjal dan diserap kembali ke dalam darah.

Mengapa Albumin Melalui Glomeruli?

Seperti disebutkan sebelumnya, albumin adalah protein serum yang ditemukan dalam plasma darah.

Albumin berfungsi mengatur volume cairan dan tekanan onkotik darah.

Albumin memiliki muatan listrik negatif serta berukuran besar sehingga ginjal yang sehat tidak akan ‘membiarkan’ albumin keluar dari ginjal dan bercampur bersama urin.

Adanya jumlah tinggi albumin atau protein lain yang disebut imunoglobulin merupakan salah satu indikasi seseorang mengalami proteinuria. Proteinuria terjadi karena terdapat protein dalam urin.

Protein dapat masuk ke dalam urin jika filter ginjal mengalami peradangan atau tidak berfungsi dengan baik karena penyakit ginjal atau kondisi medis lainnya.

Mereka yang menderita hipertensi atau diabetes berpotensi memiliki jejak albumin dalam urin (mikroalbuminuria).

Kadang-kadang, peningkatan kadar albumin dalam darah juga bisa menjadi penyebab atas keberadaan protein dalam urin.

Dalam keadaan normal, konsentrasi albumin dalam urin berkisar antara 0-8 mg/dl.

Cara Mengurangi Kadar Albumin dalam Urin

Keberadaan albumin dalam urin dapat dideteksi dengan bantuan tes diagnostik yang disebut tes urine microalbumin.

Jika albumin hadir dalam urin, tes diagnostik lain harus dilakukan untuk menganalisis fungsi ginjal.

Berikut adalah beberapa tips untuk membantu menurunkan kadar albumin urin.

1. Menjaga Tingkat Glukosa Darah

Seperti disebutkan sebelumnya, diabetes memperbesar resiko terjadinya masalah ginjal. Oleh karena itu, penting kadar gula darah dipantau secara berkala.

Jejak protein albumin dalam urin merupakan salah satu gejala awal paling umum dari penyakit ginjal pada penderita diabetes.

Glukosa darah yang tinggi akan memiliki dampak negatif pada mekanisme penyaringan ginjal sehingga protein masuk ke dalam urin.

Urin berbusa dan retensi cairan adalah beberapa gejala yang mungkin muncul karena adanya masalah ginjal.

Cara terbaik untuk mengobati kondisi ini adalah dengan menurunkan kadar glukosa darah menjadi normal.

Terapi insulin, obat, dan modifikasi diet dapat membantu menormalkan kadar gula darah.

2. Menurunkan Tekanan Darah

Hipertensi adalah kondisi yang memperburuk fungsi ginjal dan jika tidak ditangani akan menyebabkan gagal ginjal.

Terapi obat ditambah dengan perubahan gaya hidup dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Penderita tekanan darah tinggi harus mengurangi konsumsi makanan olahan, garam, makanan yang digoreng, dan lemak.

Tetap aktif secara fisik juga akan menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan.[]

Tags: , , ,

Kategori: Kesehatan, Kondisi & Penyakit

Jangan ketinggalan:
Katedral
Apa itu Katedral? Fakta, Sejarah & Informasi Lainnya

lukisan impresionisme
Apa itu Impresionisme? Sejarah Seni Lukis Impresionisme

Close