Tips Aman Pemanis Buatan: Ketahui 9 Efek Samping Aspartam

Amazine.co | Online Popular Knowledge

aspartam


Aspartam merupakan pemanis buatan yang terbuat dari kombinasi asam aspartat dan fenilalanin.

Aspartam berkali-kali lebih manis dari gula sehingga banyak digunakan dalam berbagai produk sebagai pengganti gula.

Beberapa produk tersebut meliputi permen penyegar napas, yogurt bebas gula, jus, minuman ringan non-karbonasi, permen karet, dll.

Dalam tubuh, aspartam larut, menyebar, dan disimpan di dalam tiap jaringan tubuh.

Kebanyakan orang tidak menyadari terdapat bahan kimia berbahaya seperti pengawet dan penguat rasa dalam aspartam.

Itu sebab, penggunaan apartam sebagai pemanis pengganti gula tetap membawa beberapa resiko kesehatan.

Efek Samping Aspartam

1. Dada

Seseorang yang mengkonsumsi aspartam mungkin akan mendapatkan sesak napas.

Jantung berdebar, tekanan darah tinggi, dan takikardia (tachycardia) merupakan beberapa efek samping lain dari aspartam.

Seseorang juga bisa mengalami alergi pada pernapasan seperti asma karena aspartam.

2. Mata

Aspartam bisa menyebabkan sakit atau kebutaan pada satu atau kedua mata.

Zat ini menyebabkan penglihatan kabur atau masalah pada mata seperti penurunan kemampuan penglihatan, penurunan penglihatan pada malam hari, mata membesar, dll.

Aspartam bisa pula mengurangi produksi air mata serta membuat seseorang kesulitan dalam menggunakan lensa kontak.

3. Telinga

Aspartam diketahui memperbesar resiko masalah telinga seperti tinnitus. Penderita tinnitus seakan mendengar dering atau dengung serta intoleransi parah pada kebisingan.

Aspartam juga memicu gangguan pendengaran pada seseorang.

4. Endokrinal dan Metabolik

Seseorang dapat kehilangan kontrol diabetes, mengalami perubahan siklus menstruasi, kehilangan rambut, kehilangan berat badan, atau PMS parah akibat asupan aspartam.

5. Neurologis

Seseorang yang menggunakan produk aspartam bisa mengalami sakit kepala, kebingungan, kehilangan memori, dan tremor.

Seseorang juga beresiko mengalami pusing, mengantuk berat, nyeri wajah yang tidak biasa, atau serangan epilepsi oleh produk makanan berbasis aspartam.

6. Psikologis

Efek samping psikologis yang dipicu pleh penggunaan aspartam meliputi lekas marah, depresi berat, sifat agresif, fobia, gangguan kepribadian, dan kecemasan.

7. Gastrointestinal

Aspartam dapat menyebabkan mual, sakit ketika menelan, sakit perut, serta diare yang kadang disertai darah dalam tinja.

8. Alergi Kulit

Efek samping aspartam pada kulit meliputi gatal serta reaksi pada mulut dan bibir.

9. Lain-lain

Seseorang mungkin juga mengalami pembengkakan kaki, sering kencing, retensi cairan, dan haus yang berlebihan akibat penggunaan aspartam.

Beberapa gejala kritis akibat konsumsi aspartam adalah tukak lambung, perilaku agresif, keracunan aspartam, kecanduan aspartam, hiperaktif pada anak-anak, cacat lahir, dan keterbelakangan mental.

Terdapat metode detoks yang bisa dilakukan untuk orang yang terpengaruh asupan aspartam.

Usahakan menghindari semua produk bebas gula yang mengandung aspartam.

Cobalah minum banyak air serta secangkir teh hijau karena sangat membantu upaya detoksifikasi alami.

Meskipun pemanis buatan pengganti gula dianggap lebih sehat dibanding gula alami, namun kenyataannya tidak selalu demikian.

Pemanis buatan termasuk aspartam dibuat dari berbagai bahan kimia yang tak jarang berpotensi menimbulkan efek samping bagi kesehatan.[]

Tags: , ,

Kategori: Kesehatan, Makan & Minum