Alergi Amoksisilin: Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

Amazine.co | Online Popular Knowledge

Antibiotik Resisten


Antibiotik seperti amoksisilin (amoxicillin) diberikan untuk menghentikan pertumbuhan bakteri yang menyebabkan sejumlah infeksi.

Termasuk dalam kelas penisilin, obat ini diresepkan untuk memerangi berbagai jenis infeksi bakteri akut maupun kronis.

Amoksisilin sering diresepkan untuk mengobati infeksi telinga, infeksi sinus, dan penyakit lainnya.

Meskipun secara umum dianggap aman, amoksisilin bisa memicu reaksi alergi pada beberapa individu.

Alergi muncul ketika tubuh tidak dapat menerima obat ini atau ketika amoksisilin berinteraksi dengan obat lain.

Gejala Alergi Amoksisilin

Tingkat keparahan alergi terhadap amoksisilin umumnya tergantung pada durasi penggunaan.

Tanda dan gejala reaksi alergi amoksisilin dapat diklasifikasikan menjadi ringan dan intens.

Gejala ringan

Berikut adalah gejala ringan yang terkait dengan alergi amoksisilin:

1. Ruam

Salah satu gejala umum akibat alergi amoksisilin adalah munculnya ruam.

Ruam berbentuk benjolan kecil di permukaan kulit yang dapat berubah menjadi merah dan bertambah besar tetapi tidak menyebabkan gatal.

2. Peradangan otot wajah

Peradangan otot-otot wajah juga dapat diamati dalam beberapa kasus.

Radang dan bengkak umumnya muncul pada bibir, kelopak mata bawah, pipi dan kadang-kadang seluruh wajah.

Kondisi ini memerlukan intervensi medis untuk menghentikan penyebarannya ke seluruh tubuh.

3. Gatal-gatal

Gatal-gatal yang muncul pada kaki, telapak tangan, ketiak, selangkangan, dll merupakan salah satu tanda reaksi alergi terhadap amoksisilin.

Gatal akut juga terlihat di daerah yang memiliki lipatan kulit.

4. Mual dan muntah

Mual dan muntah menjadi salah satu efek samping alergi amoksisilin yang umum. Rasa mual berkisar dari ringan hingga intens yang akan semakin berkurang saat konsumsi obat dihentikan.

5. Diare

Beberapa individu mungkin mengeluhkan diare dan masalah pencernaan lain yang terkait. Rasa terbakar di dada merupakan gejala lain yang perlu diwaspadai.

Gejala Intens

Gejala intens umumnya timbul akibat pemakaian jangka panjang amoksisilin.

Di bawah ini merupakan gejala intens dari alergi amoksisilin.

1. Anafilaksis

Gejala alergi amoksisilin parah mencakup hidung tersumbat yang menyebabkan masalah pernapasan atau anafilaksis. Kondisi ini juga dapat menimbulkan kesulitan menelan.

2. Kerusakan hati

Penggunaan amoksisilin dalam jangka panjang memicu kerusakan dan kegagalan hati.

3. Infeksi jamur

Wanita memiliki risiko lebih besar mengalami infeksi jamur. Hal ini disebabkan keseimbangan pH dalam vagina akan terganggu yang memicu pertumbuhan jamur parasit.

4. Darah pada tinja

Darah dalam tinja, urin berwarna gelap, dan kram perut parah merupakan gejala yang perlu diperhatikan.

Gejala lain akan termasuk penurunan tiba-tiba tekanan darah, denyut nadi meningkat, dan pingsan.

Pengobatan Alergi Amoksisilin

Cara efektif untuk menangani alergi amoksisilin adalah dengan menghentikan penggunaan obat ini setelah gejala alergi mulai terlihat.

Pastikan untuk menginformasikan dokter perihal gejala alergi yang dirasakan.

Gejala alergi ringan bisa diobati menggunakan kompres dingin atau antihistamin.

Infeksi jamur dapat diobati dengan asupan yoghurt atau jus cranberry.

Dalam kasus alergi amoksisilin (amoxicillin) parah, dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai, tergantung pada pada kondisi tiap pasien.[]

Tags: , ,

Kategori: Kesehatan, Terapi & Obat

Jangan ketinggalan:
Burung Beo
Memelihara Beo: 4 Tips Menentukan Jenis Kelamin Burung Beo

Element
11 Tips Meningkatkan Penyerapan Suplemen Magnesium oleh Tubuh

Close