Kisah & Pengaruh Dewa Osiris pada Peradaban Mesir Kuno

Amazine | Online Popular Knowledge

dewa mesir kuno osiris 195x300 Kisah & Pengaruh Dewa Osiris pada Peradaban Mesir KunoOsiris sering dianggap sebagai dewa Mesir kuno pertama yang secara resmi tercatat dalam berbagai naskah kuno.

Karena Osiris dianggap sebagai dewa kehidupan setelah mati (akhirat), banyak ukirannya ditemukan di makam dan piramida di seluruh Mesir.

Ukiran tertua mengenai Osiris ditemukan di batu Palermo yang dibuat sekitar tahun 2500 SM.

Catatan menunjukkan bahwa Osiris secara luas disembah orang Mesir kuno di berbagai penjuru.

Dalam mitologi Mesir, Osiris diyakini merupakan anak tertua dari Geb (dewa bumi) dan Nut (dewi langit).

Osiris merupakan suami dari Isis yang merupakan dewi kesuburan dan dipuja sebagai sosok ibu ideal oleh orang Mesir kuno. Osiris juga merupakan ayah dari Horus.

Osiris adalah salah satu dewa paling penting Mesir kuno. Orang-orang Mesir kuno amat percaya akan adanya kehidupan setelah kematian.

Oleh karena itu, Osiris merupakan dewa penting dari semua upacara dan ritual kematian seperti mumifikasi dan penguburan.

Osiris juga dianggap sebagai dewa kebangkitan dan kehidupan kekal. Dia dipercaya sebagai pelindung orang mati dan menjadi hakim hari akhir.

Legenda Osiris

Menurut mitologi Mesir, dewa matahari Ra adalah penguasa pertama daratan Mesir.

Sebuah ramalan menyatakan bahwa anak dewi Nut kelak akan menjadi penggantinya.

Merasa tidak aman, Ra mengutuk Nut sehingga tidak akan bisa melahirkan anak pada hari apapun dalam setahun.

Nut yang bersedih kemudian pergi ke Thoth (dewa kebijaksanaan) untuk meminta bantuan.

Thoth meyakinkan Nut untuk tidak khawatir dan kemudian menantang Khensu, dewa bulan untuk bermain catur.

Khensu menerima tantangan itu dan keduanya mulai bertaruh. Thoth terus memenangkan permainan dan taruhannya mulai naik semakin tinggi.

Dalam permainan tersebut, Khensu kehilangan banyak ‘cahaya’ akibat kalah dari Thoth. Thoth lantas membuat lima hari baru antara awal dan akhir tahun dengan cahaya yang dia memenangkan.

Nut lantas melahirkan Osiris di hari pertama dari lima hari tambahan tersebut. Setelah dewasa, Osiris lantas mengawini adiknya Isis.

Pengaruh Osiris pada Peradaban Mesir Kuno

Menurut cerita Mesir kuno, Ra menjadi sangat tua dan akhirnya meninggalkan bumi untuk memerintah langit.

Sesuai ramalan, Osiris lantas menggantikan Ra. Selama tahap awal pemerintahan Osiris, manusia menunjukkan perilaku biadab.

Mereka terus-menerus terlibat dalam perkelahian dan menunjukkan tanda-tanda kanibalisme yang sangat mengganggu Osiris.

Osiris lantas memutuskan membuat rakyatnya lebih beradab diantaranya dengan mulai mengajarkan pertanian.

Osiris mengajarkan manusia untuk menanam, merawat, dan memanen gandum serta barley. Osiris juga mengajarkan cara menggiling gandum menjadi tepung untuk membuat roti.

Dikatakan pula bahwa Osiris mengembangkan teknik pembuatan anggur. Dia mengajarkan manusia hukum dasar peradaban dan juga memperkenalkan seni puisi dan musik.

Popularitas Osiris membuat saudaranya Set cemburu. Set merupakan penguasa kejahatan.

Setelah berhasil membina rakyat Mesir, Osiris memutuskan melakukan perjalanan untuk menyebarkan kebijaksanaan di seluruh dunia.

Sekembalinya dari perjalanan, Osiris dibunuh oleh Set kemudian menaruh mayatnya pada wadah terkunci. Isis yang bersedih kemudian mulai mencari wadah dimana tubuh suaminya dipenjara.

Isis meninggalkan anaknya Horus dalam pengawasan dewi Buto (direpresentasikan sebagai kobra).

Isis kemudian pulang untuk kembali bertemu anaknya. Sayangnya, Set memergoki Isis dan merampas mayat Osiris untuk kemudian dipotong menjadi 14 bagian dan disebarkan ke seluruh kerajaan Osiris.

Isis mengumpulkan potongan-potongan tubuh Osiris dan menciptakan mumi pertama. Isis percaya bahwa jiwa Osiris akan kembali ke tubuhnya untuk kemudian bangkit kembali.

Jiwa Osiris akhirnya memang kembali, namun mewujud dalam diri anaknya, Horus.

Jiwa Osiris membuat Horus menjadi seorang pemimpin dan prajurit handal dengan mengajarinya seni kenegarawanan dan kepemimpinan militer.

Horus akhirnya membalas kematian ayahnya dengan membunuh Set. Menurut legenda, Horus membuang Set ke gurun besar barat.

Orang Mesir kuno percaya bahwa jiwa Osiris akan kembali ke tubuhnya untuk kemudian bangkit kembali dari kubur (terletak di pulau Philae).

Seiring kebangkitan Osiris, dia akan membangkitkan pula orang-orang yang memuja dan menjadi pengikutnya.[]

Tags: , ,

Kategori: Sejarah