Apa itu Kubisme? Karakteristik Aliran Seni Lukis Kubisme

lukisan kubisme


Tidak ada yang bisa menafikan kontribusi besar Pablo Picasso pada dunia seni.

Pablo Picasso adalah seorang pelukis dari Spanyol dengan karya yang masih terus menginspirasi jutaan seniman di seluruh dunia.

Picasso bersama Georges Braque mengembangkan gaya yang dikenal sebagai kubisme selama periode 1909-1912.

Lukisan kubisme dibuat untuk mewakili objek dari sudut yang berbeda.

Ciri Kubisme

Cikal bakal kubisme dapat dilihat dari aliran seni lain yang dikenal sebagai pointilisme dan fauvisme.

Kubisme pada dasarnya adalah seni menciptakan bentuk-bentuk abstrak dari benda tiga dimensi ke media lukis dua dimensi.

Seorang seniman kubisme harus dapat merepresentasikan obyek dalam berbagai bidang.

Dalam istilah yang sederhana, seorang seniman kubisme harus dapat menunjukkan lebih dari satu tampilan bidang benda pada satu waktu.

Tampilan keseluruhan dari sebuah lukisan kubisme mirip dengan bentuk kubus kecil.

Seorang seniman kubisme menggunakan kubus kecil tersebut untuk menggambarkan suatu benda atau manusia dari berbagai sudut pandang.

Pelukis seperti Pablo Picasso dan Georges Braque mempopulerkan gaya ini dengan melukis suatu objek yang dibuat terdistorsi.

Lukisan kedua seniman ini menunjukkan penggunaan bentuk geometris dan penggunaan tepi tajam.

Kubisme selanjutnya dibagi menjadi dua cabang utama – kubisme analitis dan kubisme sintetis.

Kubisme analitis pada dasarnya menganalisis dan memecah bentuk asli suatu objek menjadi kubus kecil atau bentuk geometris lainnya.

Seniman kubisme analitis menggunakan skema warna monokromatik untuk lukisan-lukisannya. Picasso dan Braque dikenal menggunakan gaya ini.

Sedangkan kubisme sintetis mendasarkan pada penciptaan komposisi yang difokuskan pada kebersamaan objek.

Picasso, Braque, dan Juan Gris juga dikenal sebagai pelopor kubisme sintetis.

Selain itu, seorang seniman juga bisa menggunakan teknik media campuran. Teknik ini dilakukan dengan penggunaan media cat berbeda yang digunakan untuk membuat komposisi pada satu permukaan.

Selama periode Renaissance, seniman menggambarkan komposisi hanya dari satu bidang. Kubisme merupakan kontras dari gaya ini.

Sebagai contoh, seorang seniman kubisme dapat melukis wajah seseorang dimana mata ditampilkan melihat ke arah audiens, namun hidung dibuat menghadap samping.

Selain Pablo Picasso dan Braque, beberapa seniman ternama lain juga menggunakan kubisme seperti Fernand Leger, Francis Picabia, dan Roger de la Fresnaye.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *