Jenis, Penyebab & Penanganan Palpitasi Jantung

Amazine.co | Online Popular Knowledge

jantung nyeri


Palpitasi jantung adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan detak jantung yang abnormal.

Detak jantung lebih cepat atau lebih lambat, detak jantung tidak teratur, atau detak jantung dengan jarak antar detakan yang melebar tidak teratur, bisa disebut sebagai palpitasi jantung.

Jenis Palpitasi Jantung

Pada kondisi normal, jantung manusia berdetak 60-100 kali per menit.

Palpitasi jantung adalah kondisi dimana jantung tidak berdetak dengan kecepatan normal karena alasan tertentu.

Berikut adalah klasifikasi palpitasi jantung:

1. Takikardi (Tachycardia): Denyut jantung lebih dari 100 kali per menit.

2. Bradikardi (Bradycardia): Denyut jantung kurang dari 60 kali per menit.

3. Fibrilasi: Jantung berdetak cepat, kontraksi otot jantung yang tidak sinkron.

4. Aritmia: detak jantung tidak teratur.

Palpitasi jantung sangat umum terjadi dan dapat dialami oleh siapapun dan dari kalangan usia manapun.

Namun kondisi ini biasanya lebih sering terjadi pada usia paruh baya.

Umumnya, palpitasi jantung bukanlah suatu kondisi yang sangat serius.

Tapi, tidak berarti palpitasi jantung bisa diabaikan begitu saja.

Pada beberapa kasus, palpitasi jantung menjadi gejala adanya gangguan serius pada jantung.

Penyebab Palpitasi Jantung

Penyebab palpitasi jantung berbeda antara satu orang dengan yang lainnya.

Perubahan lingkungan yang mendadak bisa menyebabkan fungsi jantung menjadi abnormal, sehingga memicu terjadinya palpitasi jantung.

Berikut adalah faktor eksternal yang bisa memicu palpitasi jantung:

– Stres

– Kecemasan

– Rasa takut

– Olahraga berat

– Alkohol

– Kafein

– Obat-obatan

– Pil diet

– Nikotin

– Kokain

– Ganja

Namun palpitasi jantung juga dapat disebabkan karena adanya masalah atau fungsi abnormal dari organ tubuh tertentu.

Berikut adalah penyebab internal palpitasi jantung:

– Penyakit jantung

– Ketidakseimbangan hormon

– Rendahnya tingkat oksigen dalam darah

– Anemia

– Ketidakseimbangan elektrolit

– Cacat katup jantung

– Hiperventilasi

– Tekanan darah

Palpitasi jantung setelah makan merupakan kondisi yang sering dialami oleh banyak orang.

Kondisi ini terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan setelah lama tidak makan atau berpuasa dalam jangka waktu lama.

Peningkatan kadar gula darah yang cepat dan mendadak merupakan salah satu penyebab utama palpitasi jantung.

Jika palpitasi jantung disertai dengan hilangnya kesadaran, pusing, keringat berlebih, sesak napas, nyeri dada, muntah, dan lainya, maka harus segera berkonsultasi dengan dokter karena ini merupakan tanda-tanda adanya gangguan serius.

Penanganan Palpitasi Jantung

Jika palpitasi jantung tidak disertai gejala-gejala yang disebutkan di atas, maka kondisi ini tidak memerlukan obat atau metode pengobatan yang serius.

Namun dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapat diagnosa yang tepat.

Dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan tes seperti Elektrokardiogram (EKG), Echocardiogram, dan foto X-ray dada untuk mengetahui penyebab pastinya.

Pada kasus yang jarang terjadi, obat-obatan seperti blocker kalsium mungkin diperlukan untuk menangani palpitasi jantung.

Namun, diet yang baik dan kehidupan yang bebas stres dianggap sebagai langkah terbaik untuk penanganan serta pencegahan palpitasi jantung.

Tak kalah penting juga adalah menjaga kadar gula darah normal dengan menjalani diet seimbang dan kebiasaan makan yang tepat.[]

Tags: , , , ,

Kategori: Kesehatan