Sejarah & Karakteristik Seni Neolitikum

seni neolitikum


Periode Neolitikum menandai transisi cara hidup manusia dari pengumpul makanan menjadi produsen makanan.

Beberapa prestasi penting selama periode Neolitikum meliputi perkembangan pertanian, pemukiman permanen, senjata dan alat-alat yang semakin sempurna, perkembangan di bidang seni dan arsitektur, dll.

Seni Neolitikum dianggap sebagai salah satu dari identitas yang paling penting dari era ini.

Seni yang ditinggalkan pada masa itu membantu sejarawan dan arkeolog memecahkan berbagai misteri tentang perkembangan evolusi umat manusia.

Atas dasar perkembangan tembikar Neolitikum, periode ini dikategorikan menjadi tiga segmen – Neolitikum Pra-Tembikar A, Neolitikum Pra-Tembikar B, dan Neolitikum Tembikar.

Periode Neolitikum

Periode Neolitikum yang disebut juga sebagai Zaman Batu Baru adalah fase terakhir dari Zaman Batu yang ditandai dengan perkembangan besar dalam berbagai bidang kehidupan.

Meskipun periode yang tepat cenderung berbeda dari satu sumber ke yang lain, periode Neolitikum diyakini merentang antara tahun 9.000 SM sampai 2.000 SM.

Ini adalah periode dimana manusia mengembangkan pertanian dan mulai beternak hewan.

Perkembangan menarik lain dari era ini adalah perkembangan di bidang seni. Karya seni menakjubkan dari periode Neolitikum diantaranya adalah tembikar, patung dewi ibu, dan monumen batu yang dikenal sebagai megalith.

Seni Neolitikum

Saat manusia mulai menerapkan pertanian, hal ini berarti mereka tidak perlu sering berpindah tempat untuk mencari makanan.

Perkembangan pertanian juga mendorong dikembangkannya berbagai perkakas yang lebih sempurna.

Variasi perkakas juga semakin meningkat, tidak hanya yang digunakan untuk menggali tanah atau untuk berburu.

Seiring waktu, manusia belajar banyak hal baru termasuk menggunakan alat-alat untuk mematung, membuat tembikar, melukis, dll.

Karakteristik Seni Neolitikum

Seni zaman Neolitikum terutama terdiri dari patung, lukisan, tembikar, dan arsitektur.

Meskipun masih dalam bentuk kasar, patung sudah dikenal pada zaman prasejarah. Pada periode Neolitikum, patung yang ditemukan sudah lebih halus dibandingkan dari masa sebelumnya.

Sebagian besar patung yang ditemukan menggambarkan tema tentang dewi kesuburan. Selain itu, patung binatang juga ditemukan pada era ini.

Megalith – monumen peringatan yang terbuat dari blok batu besar – juga merupakan atribut menakjubkan dari seni Neolitikum.

Periode Neolitikum juga ditandai dengan kemampuan manusia dalam membuat tembikar dari tanah liat.

Dengan menggunakan teknik tembikar, mereka mulai menyadari mampu membuat berbagai bentuk benda sesuai yang mereka inginkan.

Seni lukis juga mengalami perkembangan. Jika sebelumnya lukisan ditemukan di gua-gua, pada periode ini lukisan dibuat ke dinding pemukiman yang lebih permanen.

Semua hasil karya seni pada periode Neolitikum digunakan untuk berbagai tujuan, mulai untuk penggunaan sehari-hari, dekorasi, hingga sarana pemujaan.[]

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *