Overdosis Obat: Gejala & Penanganan Keracunan Paracetamol

Amazine.co | Online Popular Knowledge

paracetamol


Keracunan paracetamol (acetaminophen) bisa memunculkan gejala ringan hingga gejala kronis.

Paracetamol adalah nama lain dari acetaminophen yang digunakan sebagai pereda nyeri dan penurun demam.

Dalam jumlah terbatas, paracetamol sebenarnya merupakan obat yang cukup aman untuk dikonsumsi.

Dosis aman paracetamol untuk orang dewasa adalah 1.000 mg per sekali konsumsi dengan dosis maksimal sampai 4.000 mg per hari.

Bagi orang yang minum alkohol, dosis maksimal yang dianjurkan adalah 2.000 mg per hari.

Paracetamol juga aman untuk anak-anak. Dosis untuk anak-anak yang tepat tergantung pada usia/berat badan anak.

Gejala Keracunan Paracetamol

Efek akibat keracunan paracetamol bervariasi antara satu orang dengan yang lainnya, tergantung kondisi kesehatan masing-masing.

Orang yang menderita kerusakan fungsi hati dan ginjal, efek yang mungkin muncul akan lebih parah daripada orang yang fungsi hati dan ginjalnya masih normal.

Berikut adalah tanda-tanda overdosis atau keracunan paracetamol yang sering terjadi:

– Muntah
– Mual
– Berkeringat
– Lesu
– Kehilangan nafsu makan
– Diare

Gejala-gejala tersebut muncul 24 jam setelah overdosis. Biasanya belum ada gejala yang nampak pada 24 jam pertama.

Reaksi paracetamol dengan tubuh terjadi secara bertahap. Jika keracunan tidak terlalu banyak, biasanya seseorang hanya mengalami gejala-gejala tersebut di atas.

Namun, bila gejala semakin parah dan berlanjut ke tahap berikutnya, hal ini menjadi pertanda adanya kerusakan hati. Tahap kedua terjadi pada 48-72 jam berikutnya.

Paracetamol dimetabolisme oleh hati yang kemudian akan membentuk metabolit NAPQI. Metabolit ini beracun untuk hati.

Bila metabolit NAPQI ini banyak terbentuk dan terakumulasi maka akan menimbulkan kerusakan pada hati

Gejala-gejala yang mungkin terjadi pada tahap ini adalah:

– Penyakit kuning
– Pendarahan
– Buang air kecil jadi berkurang
– Gagal ginjal akut
– Nyeri pada perut bagian kanan atas

Pada tahap ini penanganan dari tenaga kesehatan harus segera diberikan.

Segera setelah seseorang mengonsumsi paracetamol secara berlebih, baik sengaja atau karena kecelakaan, penanganan untuk membuang zat ini harus diberikan.

Bila ternyata gejala keracunan belum juga hilang dan berlanjut hingga ke tahap selanjutnya, bisa dikatakan ini sudah fatal.

Tahap ketiga terjadi setelah 72 jam dan bisa terus berlanjut hingga hari ke-5 semenjak overdosis.

Beberapa gejala yang muncul pada tahap ini cukup serius karena menunjukkan tingkat toksisitas yang tinggi dalam tubuh.

Gejala-gejala tersebut meliputi:

– Hipoglikemia
– Koma
– Nekrosis atau kematian dini pada jaringan hidup atau sel
– Gagal ginjal
– Kerusakan hati
– Pembengkakan di otak
– Sesak nafas
– Kegagalan organ ganda (multiple organ failure)

Seringnya diperlukan transplantasi hati bagi pasien untuk bertahan dari situasi yang mengancam jiwa ini.

Itulah sebabnya, disarankan untuk segera mendapatkan penanganan sebelum gejala semakin memburuk.

Penanganan Keracunan Paracetamol

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghilangkan paracetamol dari sistem pencernaan.

Jika berpotensi mengancam nyawa, maka bilas lambung perlu dilakukan. Bilas lambung membutuhkan waktu sekitar satu jam.

Bilas lambung akan efektif bila dilakukan paling lambat dua jam sejak dikonsumsinya paracetamol karena belum diserap oleh tubuh.

Antidotum untuk kasus ini adalah asetilsistein (acetylcysteine).

Asetilsistein berfungsi mengurangi toksisitas paracetamol dengan mengisi kembali (refiling) kuota tubuh terhadap antioksidan glutathione.

Asetilsistein bekerja efektif dalam waktu 8 jam sejak pasien mengalami overdosis.

Penggunaan karbon aktif merupakan cara lain untuk mengatasi keracunan paracetamol.

Karbon aktif akan menyerap paracetamol yang ada di lambung.

Disarankan tidak menggunakan karbon aktif bersama dengan acetylcysteine karena karbon aktif juga dapat menyerap antidotum ini.

Langkah terakhir untuk mengatasi keracunan paracetamol adalah melakukan transplantasi hati. Biasanya ini hanya dilakukan pada kasus yang ekstrim dan cukup parah.

Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Jadi ambillah obat apapun dalam dosis yang dianjurkan.

Meskipun paracetamol merupakan obat yang aman, namun merupakan penyebab paling umum dari keracunan dan gagal hati akut.

Hindari penggunaan paracetamol (acetaminophen) atau obat pereda nyeri lain jika memiliki masalah pada hati atau ginjal, saat perut kosong, atau telah minum lebih dari 3 minuman beralkohol pada satu hari.

Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi obat apapun untuk menghindari komplikasi yang tidak perlu.[]

Tags: , , , ,

Kategori: Kesehatan, Terapi & Obat

Read more:
jamur ling zhi
Tips Herbal: Khasiat dan Manfaat Kesehatan Jamur Lingzhi

Ayurveda
Tips Ayurveda: Filosofi Dasar Ayurveda 1, Keunikan Individu

Close