Inilah 10 Gejala Autisme pada Orang Dewasa!

autisme dewasa


Gejala autisme pada orang dewasa merupakan kasus yang jarang ditemukan karena gejala biasanya nampak pada anak-anak.

Gejala autisme pada orang dewasa berbeda antara satu orang dengan lainnya.

Autisme adalah spektrum gangguan perkembangan saraf yang ditandai oleh penurunan interaksi sosial dan komunikasi.

Orang dengan autisme memiliki perilaku yang terbatas (tidak variatif) dan berulang.

Ada beberapa masalah umum yang sering terlihat pada orang autis, misalnya gangguan kejang, masalah pencernaan, keterbelakangan mental, maupun penyakit lainnya.

Gejala Autisme pada Orang Dewasa

Gejala autisme pada orang dewasa umumnya ditandai dengan masalah keterampilan sosial dan komunikasi.

Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin muncul:

1. Hambatan Bahasa

Orang dewasa dengan autisme merasa sangat kesulitan untuk memverbalisasi apa yang ingin mereka katakan.

Ucapan mereka sering kali kaku seperti robot dan nampak seperti sudah dilatih, sehingga gaya bicaranya terdengar tanpa intonasi.

2. Kecanggungan Sosial

Orang yang menderita autisme sering menghindari kontak mata.

Berkomunikasi dengan bertatap muka secara langsung dengan orang lain merupakan hambatan bagi mereka.

Anda tidak akan melihat penderita mengomentari isu-isu sosial-politik karena mereka tidak memiliki keterampilan komunikasi yang memadai.

3. Masalah Komunikasi

Orang yang menderita autisme merasa sangat sulit dalam berkomunikasi.

Sulit bagi mereka untuk memulai dan melanjutkan pembicaraan.

Orang autis sering tidak mengerti ekspresi wajah, bahasa tubuh, isyarat non-verbal, maupun intonasi orang lain. Candaan maupun sindiran sering tidak dipahami oleh mereka.

Hal ini menyebabkan banyak orang merasa frustasi dan menghindari berkomunikasi dengan orang-orang autis.

Orang dewasa yang menderita autisme mungkin berbicara dengan nada tinggi atau intonasi datar.

4. Masalah Manajemen Waktu

Salah satu masalah yang muncul pada orang-orang dengan autisme adalah mereka tidak sadar akan waktu.

Seringkali penderita keasyikan dengan pekerjaan yang mereka lakukan. Ada sebagian orang autis dewasa yang menghabiskan waktu berjam-jam mengatur rak buku mereka.

5. Kurangnya Pengendalian Emosi

Orang dewasa dengan autisme tidak memiliki kendali atas emosi mereka.

Terkadang mereka sendiri terkejut dengan emosi yang mereka tampilkan.

Hal ini membuat orang lain merasa kesulitan berurusan dengan orang-orang autis.

Orang dewasa autis bisa jadi memiliki kecenderungan mengamuk atau tantrum seperti anak-anak.

6. Kepekaan

Sebagian besar orang autis hiper atau hiposensitif terhadap cahaya, suara, dan kerumunan orang banyak.

Beberapa kasus autisme juga menunjukkan hipersensitivitas dan hiposensitivitas pada waktu yang berbeda terhadap kondisi yang sama.

7. Kegiatan Motorik

Sebagian besar orang dengan autisme mengalami kesulitan dalam motorik halus maupun motorik kasar.

Hal ini terlihat jelas pada gerakan yang memerlukan koordinasi seperti gerakan atletik, menulis, dan lainnya.

Orang dewasa dengan autisme disarankan melakukan olahraga perseorangan yang tidak memerlukan koordinasi dengan orang lain.

Berlari, berenang, dan kegiatan lain sejenis merupakan pilihan yang lebih baik bagi orang-orang dengan autisme.

8. Masalah Kepribadian

Meskipun setiap orang autis berbeda satu dari yang lain, namun mereka memiliki beberapa ciri kepribadian yang umum.

Orang dengan autisme sering melakukan kegiatan yang berulang. Mereka sering kesulitan untuk berteman dan mempertahankan hubungan dengan teman-temannya.

Sebagian besar orang autis menarik diri ke dalam dunia mereka sendiri dan lebih memilih kegiatan yang minim interaksi dengan orang lain.

9. Kepatuhan terhadap Rutinitas

Orang dengan autisme senang melakukan hal yang rutin dalam keseharian mereka.

Mereka bisa menjadi sangat gelisah jika ada variasi dalam rutinitasnya.

10. Gejala Lainnya

Beberapa orang autis diberkahi bakat keterampilan yang langka seperti mampu menghafal daftar, menghitung tanggal kalender, memiliki tangan ajaib untuk melukis, dan lainnya.

Orang autis mungkin memiliki rasa suka dan tidak suka yang sangat kuat.

Pengobatan terbaik untuk autisme pada orang dewasa adalah memberi perhatian yang cukup.

Selain itu, konseling dan dukungan keluarga juga menjadi bagian dari pengobatan autisme.

Meskipun terdapat gejala autisme pada orang dewasa, namun mereka dapat hidup dan bekerja sendiri.

Kemandirian yang terbentuk tergantung pada kecerdasan dan kemampuan mereka untuk berkomunikasi.

Berdasarkan data statistik, sekitar 33% dari orang-orang autis mampu hidup mandiri. []

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *