4 Tanda & Gejala Awal Autisme pada Bayi

Amazine.co | Online Popular Knowledge

Autism Babies


Autisme adalah gangguan perkembangan dalam interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku.

Penyebab pasti dari autisme sampai saat ini masih belum diketahui.

Tanda atau gejala awal autisme pada bayi lebih sering diabaikan tanpa disadari oleh orangtua.

Tanda dan gejala awal ini biasanya muncul pada tiga tahun pertama usia anak.

Deteksi dini tanda dan gejala autisme berguna sebagai langkah positif pertama untuk menemukan solusi tepat bagi anak.

Tanda-tanda Awal Autisme pada Bayi

Rata-rata usia deteksi tanda autisme pada anak adalah  pada usia 2 ½ sampai 4 tahun.

Namun, tanda dan gejala awal autisme pada bayi dapat diamati sejak dini yakni pada usia 6 sampai 18 bulan.

Tanda dan gejala awal autisme pada bayi cukup sulit dikenali dan biasanya lebih sering dideteksi ketika usia anak lebih tua.

Tanda dan gejala autisme merupakan peringatan awal yang perlu dipantau dan ditangani segera dengan bantuan evaluasi klinis.

Melakukan pemantauan kecepatan perkembangan bayi terhadap tahap perkembangan yang normal merupakan salah satu langkah awal yang baik.

Beberapa indikasi bayi yang normal diantaranya adalah tersenyum, rileks saat digendong, melakukan kontak mata, membuat gerakan sugestif untuk membantu, bergumam atau mengoceh sendiri, tertawa, dan lainnya.

Namun jangan khawatir, bila ada beberapa indikasi di atas yang tidak didapati pada bayi, bukan berarti bayi Anda mengalami autisme.

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala awal autisme yang nampak pada bayi.

1. Ekspresi

Kurang atau tidak adanya ekspresi bayi terhadap orangtua, pengasuh, maupun saudara dekatnya, merupakan tanda awal autisme pada bayi.

Usia 6 bulan pertama

Beberapa tandanya adalah bayi tidak tersenyum selama usia enam bulan pertama.

Usia 12 bulan pertama

Bayi tidak menggunakan gestur/gerak tubuh, mengoceh, atau menunjuk ke arah orang-orang atau benda-benda yang dikenal, dan tidak pernah mengeluarkan atau menggunakan satu kata pun selama usia 12 bulan pertama.

Usia 2 tahun pertama

Bayi tidak pernah mengucapkan dua frase kata pada usia 2 tahun pertama.

Bersama dengan kurangnya ekspresi wajah, bisa pula muncul perilaku obsesif terhadap hal-hal tertentu, perubahan mendadak dalam kontak mata dan ekspresi wajah.

2. Pengulangan Perilaku (Repetitiveness)

Karakteristik fisik umum dari bayi dengan autisme adalah pengulangan perilaku.

Anak-anak dengan autisme biasa menggunakan beberapa pola, warna, dan melakukan hal yang relatif sama.

Inilah alasan mengapa mereka mengembangkan keterikatan dengan hal-hal tertentu dan menginginkannya dengan cara tertentu.

Bila keinginannya ditolak, mereka menjadi gelisah dan sangat rewel.

Beberapa tanda pengulangan perilaku fisik diantaranya adalah menggoyang-goyangkan tubuh selama berjam-jam, mengepakkan lengan, dan lainnya.

Pengamatan melekat terhadap karakteristik fisik  terbukti sangat membantu untuk menegakkan diagnosa.

3. Kepekaan (Sensitivitas)

Bayi dengan autisme bisa mengalami ketidakseimbangan tertentu pada panca indera mereka.

Sebagai contoh, beberapa bayi bisa ditenangkan ketika pipi atau kepala mereka dibelai atau ditepuk perlahan terus menerus, sementara beberapa bayi lainnya tidak suka disentuh sama sekali.

Beberapa bayi sangat sensitif terhadap suara dan merasa terganggu karenanya.

Ada pula bayi yang merasa sangat terganggu dan menjadi rewel ketika mereka melihat pola warna atau mencium bau tertentu.

Tingkat sensitivitas ini bervariasi menurut tingkat keparahan gangguan autisme pada masing-masing bayi.

4. Kemunduran Kemampuan

Ketika seorang anak didiagnosis dengan autisme ringan atau autisme parah, terkadang orangtua mereka mengklaim bahwa anaknya tidak menunjukkan tanda-tanda autisme pada masa bayi.

Mungkin saja sebenarnya ada gejala awal dari autisme pada bayi yang muncul tanpa disadari oleh orang tua.

Gejala autisme yang berbahaya termasuk diantaranya adalah kehilangan kemampuan mengartikulasikan dan memahami arti dari kata-kata tertentu dan ‘menarik diri’ sepenuhnya dari semua interaksi sosial.

Seringkali anak-anak akan berhenti bicara dan mulai hidup di dalam dunia mereka sendiri.[]

Tags: , , , , ,

Kategori: Keluarga, Kesehatan

Jangan ketinggalan:
santan2
Tips Menyimpan Santan Kelapa agar Tahan Lama

keramas
Tips Bebas Ketombe: Ketahui Cara Kerja Shampo Anti Ketombe

Close