Gejala & Pengobatan Infeksi Bakteri Campylobacter Jejuni

Amazine.co | Online Popular Knowledge

Campylobacter Jejuni


Campylobacter jejuni adalah bakteri gram negatif yang berbentuk batang, melengkung, motil, serta termasuk bakteri termofilik dan mikroaerofilik.

Campylobacter jejuni bertahan hidup pada kondisi yang memiliki kadar oksigen sangat rendah (5 persen) dan bisa mati bila kadar oksigen meningkat.

Usus burung adalah tempat terbaik bagi bakteri C. jejuni.

C. jejuni menyebabkan infeksi saluran pencernaan pada manusia dan hewan, termasuk burung.

Bakteri C. jejuni adalah penyebab utama dari penyakit yang ditularkan melalui makanan dan/atau keracunan makanan pada manusia.

Beberapa spesies yang termasuk genus Campylobacter yang bisa menimbulkan penyakit yaitu C. jejuni, C. coli, dan C. fetus.

Spesies C. fetus menyebabkan enteritis serta aborsi pada sapi dan domba.

Campylobacter jejuni sering ditemukan pada kotoran hewan yang juga bisa diisolasi dari lalat, burung, unggas, dan ternak.

Terkadang C. jejuni terdapat pada sumber air yang tergenang seperti kolam dan danau.

Infeksi yang disebabkan oleh Campylobacter jejuni disebut sebagai campylobakteriosis, campylobacter enteritis, atau gastroenteritis.

Infeksi C. jejuni lebih sering terjadi pada anak di bawah 5 tahun dan dewasa muda (15-29 tahun).

Penularan C. jejuni terjadi melalui konsumsi daging mentah serta makanan dan air yang terkontaminasi.

Infeksi C. jejuni juga dapat menyebar dari orang yang terinfeksi ke orang lain melalui kontak langsung dengan kulit.

Gejala dan Pengobatan Infeksi Bakteri Campylobacter Jejuni

Tanda dan gejala infeksi campylobacter muncul 2-5 hari setelah mengonsumsi makanan atau cairan yang terkontaminasi.

Masa inkubasi penyakit atau infeksi bakteri C. jejuni bisa berlangsung selama 8-10 hari.

Meskipun individu yang terinfeksi bakteri ini menjadi sangat lemah, namun gejala yang muncul jarang sampai mengancam jiwa.

Gejala umum yang muncul akibat infeksi C. jejuni adalah diare yang berair atau lengket.

Pada kasus infeksi berat, terdapat darah dan sel-sel darah putih pada feses.

Gejala lain dari campylobakteriosis termasuk sakit kepala, mual, pusing, kram perut, nyeri otot, dan demam.

Diagnosis infeksi C. jejuni dilakukan melalui analisis tinja.

Feses orang yang terinfeksi biasanya mengandung bakteri dalam jumlah besar.

Oleh karena itu, bakteri C. jejuni dapat diidentifikasi dengan mengkultur dan memeriksa tinja dengan bantuan mikroskop.

Individu sehat yang terinfeksi C. jejuni dapat sembuh sendiri tanpa dilakukan intervensi terapi.

Pemberian antbiotik untuk mengelola dan memperpendek durasi gejala bisa dilakukan dengan pengawasan medis.

Infeksi Campylobacter dapat menyebabkan komplikasi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau orang dengan masalah kesehatan.

Pada kasus tersebut, dokter mungkin meresepkan obat antibiotik yang tepat untuk pengobatan infeksi C. jejuni.

Komplikasi dari infeksi campylobacter yakni termasuk arthritis dan sindrom Guillain-Barré.

Pada kasus sindrom Guillain-Barré, bakteri memicu sistem kekebalan tubuh untuk menyerang saraf tertentu sehingga mengakibatkan kelumpuhan pada bagian tubuh yang terkena.

Disarankan minum banyak air dan jus buah selama diare berlangsung untuk mengganti cairan tubuh yang hilang serta mencegah dehidrasi.[]

Tags: , , , ,

Kategori: Iptek, Kesehatan

Read more:
kentut
5 Tips Mencegah Produksi Gas Berlebih dalam Perut

anjing
Jenis, Penyebab, Gejala & Pengobatan Kanker Mulut Anjing

Close