Kecanduan Alkohol: Cara Kerja Detoksifikasi Alkohol

Amazine.co | Online Popular Knowledge

minuman alkohol


Kecanduan alkohol tidak hanya merusak tubuh tapi juga berpotensi merusak hubungan dengan orang-orang terdekat.

Alkohol menyebabkan kerusakan parah pada berbagai organ penting terutama hati dan ginjal.

Kondisi ini tidak hanya terlihat pada pecandu alkohol tetapi juga pada orang yang hanya sesekali meminum alkohol.

Untuk menghentikan kerusakan tubuh karena efek alkohol, seseorang harus menjalani detoks.

Detoksifikasi alkohol yang juga dikenal sebagai detoks alkohol adalah prosedur untuk secara bertahap mengurangi dan menghilangkan kecanduan alkohol.

Detoksifikasi alkohol didefinisikan sebagai pengobatan untuk kecanduan alkohol (atau obat-obatan) yang dilakukan dengan membersihkan tubuh dari zat-zat adiktif, disertai perbaikan kondisi fisiologis dan mental.

Sebelum melakukan pengobatan untuk kecanduan alkohol, sangat penting menjalani proses detoksifikasi untuk menghilangkan residu alkohol dalam tubuh.

Akan sulit mencapai pemulihan dari kecanduan jika residu alkohol tetap berada dalam tubuh karena dapat mengakibatkan berbagai gejala fisik dan emosional yang merugikan.

Detoks dilakukan dengan kombinasi berbagai langkah seperti menghindari konsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan, dan mengubah pola makan pasien.

Detoksifikasi alkohol dapat menjadi sulit karena seseorang mungkin akan mengalami trauma fisik dan psikologis akibat tubuh tidak mendapatkan pasokan alkohol lagi.

Gejala Detoksifikasi

Detoks alkohol dilakukan dengan berpantang mengkonsumsi alkohol.

Pada orang yang sudah kecanduan, dihentikannya asupan alkohol akan menimbulkan berbagai gejala fisik.

Gejala-gejala ringan cenderung nampak pada tahap awal detoks, sedangkan gejala parah biasanya teramati setelah 48 jam hingga satu minggu.

Dalam kasus gejala moderat, yang berpotensi mengancam nyawa, maka intervensi medis mungkin diperlukan.

Gejala ringan

  • Mual yang menyebabkan muntah
  • Mudah marah dan mudah tersinggung
  • Sakit kepala, dari ringan hingga berat
  • Kehilangan nafsu makan
  • Keringat berlebihan, terutama pada telapak tangan
  • Perasaan gugup
  • Insomnia atau kurang tidur

Gejala Sedang

  • Peningkatan denyut jantung
  • Mendapatkan mimpi buruk
  • Depresi tiba-tiba dan perubahan emosi
  • Badan gemetar
  • Kelopak mata berkedut
  • Dilatasi pupil
  • Pucat dan kulit berkeringat
  • Kelelahan

Gejala Parah

  • Ketidakmampuan untuk berpikir jernih
  • Konvulsi atau kejang
  • Pingsan
  • Perubahan emosional ekstrim atau tiba-tiba yang dipicu oleh kecemasan
  • Halusinasi
  • Demam

Mengobati Detoksifikasi Alkohol

Gejala yang menyertai detoksifikasi alkohol berpotensi menyebabkan kelelahan fisik dan emosional.

Terdapat banyak obat detoks alami seperti minum banyak air dan jus buah untuk menghidrasi tubuh dan mendorong fungsi sel, berlatih meditasi dan yoga, dll.

Jus sayuran seperti tomat efektif membersihkan hati dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Terdapat pula berbagai herbal dan suplemen untuk membantu mengurangi stres yang disebabkan karena gejala ketagihan.

Dalam kasus gejala berat, terdapat beberapa obat yang digunakan untuk pengobatan seperti benzodiazepin.

Gejala ketagihan alkohol merupakan fase menantang bagi seorang individu yang ingin berhenti mengkonsumsi alkohol.

Kesabaran dan dedikasi, disertai dukungan dari keluarga dan teman-teman, merupakan faktor kunci untuk mendapatkan kebebasan penuh dari kecanduan alkohol yang berbahaya.[]

Tags:

Kategori: Kesehatan, Kondisi & Penyakit

Jangan ketinggalan:
refleksiologi kaki
Tips Refleksologi: Asal-usul, Sejarah, & Manfaat Refleksologi

sakit kepala migrain
Tips Kesehatan: Inilah 9 Penyebab Utama Terjadinya Migren!

Close