Siapa Achilles? Kisah & Peran Achilles dalam Mitologi Yunani

Amazine.co | Online Popular Knowledge

Achilles


Dalam mitos Yunani, Achilles adalah prajurit legendaris yang enggan saat diminta terlibat dalam Perang Troya.

Ibunya, Thetis, mencelupkan Achilles ke dalam Sungai Styx segera setelah lahir, yang membuat Achilles kebal terhadap semua senjata.

Hanya saja, saat mencelupkan ke sungai, Thetis harus memegang tumit Achilles meninggalkan tempat yang tidak tercelup air.

Itu sebab, satu-satunya cara membunuh Achilles adalah dengan melukai tumitnya. Kisah ini menjadi asal-usul ungkapan, “tumit Achilles ” yang berarti titik lemah utama seseorang.

Kisah Achilles terutama dimuat dalam epik Iliad karya Homer. Awalnya, Achilles dikisahkan enggan terlibat dalam Perang Troya.

Keengganan ini sebenarnya beralasan mengingat dia telah diramalkan akan tewas dalam perang tersebut. Mengingat hal ini, maka Achilles berusaha menghindar dan tidak terlibat.

Namun, Achilles segera melupakan ramalan tersebut setelah melihat orang Troya membunuh sahabatnya yang bernama Patroclus.

Kematian ini membuat Achilles segera turun bertempur dengan kekuatan dan kegarangan yang tak tertandingi.

Achilles berhasil membunuh Hector, tapi kemudian dibunuh oleh Paris, sehingga memenuhi ramalan tentang nasibnya.

Sebelumnya, Achilles dikisahkan bertemu dengan Odysseus dalam epik Odyssey karya Homer.

Dalam Odyssey, mereka terlibat dalam percakapan panjang mengkritisi perang dan menempatkan kehidupan lebih tinggi dibandingkan keberanian dalam medan tempur.

Ini adalah pernyataan yang tidak biasa mengingat seorang pria umumnya menempatkan keberanian dan kehormatan bahkan diatas hidup mereka sendiri.

Dialog antara Achilles dan Odysseus mungkin merupakan hasil pengamatan Homer bahwa sementara perang terus berlangsung silih berganti, namun ada sebagian orang yang enggan berpartisipasi.

Sebagian orang berkesimpulan bahwa “tumit Achilles” atau kelemahan utama Achilles sebenarnya adalah kebanggaan, persahabatan, dan kemarahan.

Seandainya kemarahannya tidak terprovokasi oleh kematian Patroclus, dia mungkin tidak akan turun ke medan tempur yang akhirnya menewaskannya.

Namun, sebagian yang lain memaknai kisah Achilles sebagai pelajaran bahwa tidak ada seorangpun yang bisa lepas dari takdir yang telah ditetapkan untuknya.

Meskipun awalnya menolak bertempur, toh akhirnya Achilles terbunuh juga sesuai dengan takdir yang sudah digariskan.[]

Tags: , , ,

Kategori: Budaya