Apa Perbedaan Monarki Terbatas dengan Monarki Absolut?

Amazine.co | Online Popular Knowledge

Monarki


Monarki terbatas adalah sistem pemerintahan di mana seorang raja bertindak sebagai kepala negara namun dengan kekuasaan yang dibatasi oleh konstitusi.

Dalam monarki absolut, raja memiliki kekuasaan tak terbatas dan bertindak sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

Oleh karena itu, perbedaan utama antara monarki terbatas dan absolut terletak pada besar kekuasaan yang dimilikinya.

Banyak negara yang dulunya monarki absolut sekarang berubah menjadi monarki terbatas.

Cara Kerja Sistem Monarki

Monarki terbatas sering pula disebut sebagai monarki konstitusional karena kekuasaan raja diatur oleh konstitusi.

Kekuatan politik riil di monarki terbatas sering dipegang oleh parlemen atau kongres yang dipilih melalui pemilu.

Dalam kasus seperti itu, seorang perdana menteri akan menjabat sebagai kepala pemerintahan dan pemimpin politik negara.

Pada monarki absolut, kekuasaan raja bersifat mutlak untuk memerintah negara dan rakyatnya.

Di zaman modern, sebuah negara monarki absolut mungkin memiliki parlemen untuk memberi kesan memiliki pemerintahan yang dipilih secara demokratis.

Pada kenyataannya, parlemen mungkin hanya memiliki kekuasaan terbatas serta bisa dibubarkan setiap saat oleh raja.

Perbedaan dalam Kekuasaan

Seorang raja atau ratu dalam monarki terbatas sering hanya memiliki kekuasaan seremonial, seperti membuka sidang parlemen.

Raja mungkin tetap mempunyai kekuasaan politik namun hanya bisa bertindak atas persetujuan kabinet atau parlemen.

Di beberapa negara, raja bahkan tidak memiliki peran sebagai kepala eksekutif dan berfungsi hampir semata-mata sebagai tokoh seremonial.

Pada monarki absolut, seorang raja atau ratu bisa meminta masukan pada pejabat lain namun keputusan akhir tetap berada di tangan raja.

Anggota pemerintahan pada monarki absolut umumnya ditunjuk raja, alih-alih dipilih oleh rakyat sehingga menyerupai kediktatoran.

Secara historis, kebanyakan monarki pada awalnya bersifat absolut. Setelah Revolusi Prancis pada tahun 1790-an, monarki absolut menjadi semakin berkurang dan pemerintah yang terpilih secara demokratis menjadi lebih umum di seluruh dunia.

Pada tahun 2013, contoh negara yang masih memiliki sistem monarki absolut antara lain Arab Saudi, Qatar, Oman dan Swaziland.

Suksesi di Monarki

Dalam monarki terbatas dan absolut, raja umumnya menjadi posisi yang diwariskan kepada anak laki-laki tertua raja.

Dalam beberapa kasus, pengganti raja adalah anak pertama, tidak memandang apakah laki-laki atau perempuan.

Jika raja tidak memiliki anak, maka kerabat terdekat raja akan mewarisi tahta.[]

Tags: , ,

Kategori: Politik

Jangan ketinggalan:
Cheetah
30 Fakta & Informasi tentang Cheetah yang Perlu Anda Ketahui

tembakau
Tips Berkebun: 7 Manfaat Tembakau untuk Tanaman

Close