Berapakah Jumlah Unsur Kimia yang Sudah Diketahui?

Amazine.co | Online Popular Knowledge

Unsur Kimia


Unsur kimia merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut jenis atom seperti hidrogen atau oksigen.

Sampai tahun 2011, 118 unsur telah teridentifikasi, dengan 98 diantaranya terjadi secara alami di bumi.

20 elemen lainnya secara artifisial dibuat dalam reaktor nuklir atau eksperimen akselerator partikel.

Unsur sintetik pertama yang dibuat dalam jumlah besar adalah plutonium dengan nomor atom 94.

Plutonium merupakan atom terberat yang ditemukan secara alami di bumi. Dengan paruh waktu 80 juta tahun, plutonium terjadi dalam jumlah yang sangat kecil dalam bijih uranium.

Unsur kimia saat ini berasal dari tiga sumber: supernova nucleosynthesis, stellar nucleosynthesis, dan Big Bang nucleosynthesis.

Nucleosynthesis terjadi ketika inti atom diberi tekanan amat tinggi disertai panas yang tinggi pula sehingga mampu mengatasi tolakan kulit elektron sehingga menghasilkan inti yang lebih berat.

Dengan cara ini, inti hidrogen dapat difusikan menjadi inti helium, yang pada gilirannya difusikan menjadi inti karbon saat suhu dan tekanan yang cukup tercapai.

Pada awalnya, alam semesta sangat panas dan padat dan hanya terdiri dari quark bebas, elektron, dan radiasi.

Setelah sepersejuta detik, quark mulai melebur menjadi baryon: proton dan neutron.

Dalam waktu dua puluh menit pertama setelah Big Bang, temperatur alam semesta melampaui pusat bintang paling terang, dengan kepadatan lebih besar dibandingkan udara.

Selama periode ini, proton dan neutron saling bertabrakan untuk membentuk inti yang lebih besar yaitu deuterium dan dua isotop helium.

25 persen dari semua materi di alam semesta diubah menjadi helium, dengan sekitar 75 persen lainnya adalah hidrogen, dan sisa amat kecil merupakan unsur yang lebih berat seperti lithium.

Kumpulan bintang pertama yang terbentuk sekitar 300 juta tahun setelah Big Bang lantas memulai bentuk lain dari nucleosynthesis yaitu stellar nucleosynthesis.

Dalam stellar nucleosynthesis, materi yang amat dipadatkan di pusat bintang mengalami fusi nuklir sehingga melepaskan sejumlah besar energi dan menyeimbangkan kekuatan gravitasi yang meruntuhkan bintang.

Untuk membuat elemen yang lebih berat dari besi, dibutuhkan jenis lain nucleosythesis, yaitu supernova nucleosynthesis.

Supernova terjadi ketika bintang runtuh setelah kehabisan semua bahan bakar nuklir yang terdapat dalam inti mereka.

Unsur lebih berat dari besi lantas disintesis selama terjadinya peristiwa kosmik penuh energi ini.[]

Tags: , , ,

Kategori: Iptek, Kimia

Jangan ketinggalan:
ketomber
Tips Rambut Sehat: Ketahui 5 Faktor Penyebab Ketombe

Hari Raya Yom Kippur
Apakah Hari Raya Yom Kippur? Fakta, Sejarah & Informasi Lain

Close