Tips Kesehatan: Mengenal Gejala & Penyebab Koma Diabetikum

Amazine.co | Online Popular Knowledge

tulisan diabetes


Koma diabetikum merupakan komplikasi diabetes yang menyebabkan ketidaksadaran dan dapat mengancam jiwa.

Penderita diabetes yang memiliki kadar gula darah sangat tinggi (hiperglikemia) atau gula darah sangat rendah (hipoglikemia) bisa mengalami koma diabetikum.

Penderita yang mengalami koma diabetikum masih tetap hidup tetapi tidak mampu menanggapi rangsangan seperti suara, warna, atau cahaya. Koma diabetikum yang tidak segera ditangani bisa berakibat fatal.

Gejala Koma Diabetikum

Sebelum mengalami koma diabetikum, biasanya penderita akan mengalami tanda-tanda dan gejala gula darah tinggi atau gula darah rendah.

Gula darah tinggi (hyperglycemia)

Jika kadar gula terlalu tinggi, penderita mungkin mengalami gejala sebagai berikut:

■ Peningkatan rasa haus

■ Sering buang air kecil

■ Kelelahan

■ Mual dan muntah

■ Sesak napas

■ Perut sakit

■ Napas berbau buah

■ Jantung berdetak cepat

Gula darah rendah (hypoglycemia)

Jika kadar gula terlalu rendah, penderita mungkin merasakan gejala:

■ Gemetar atau gugup

■ Lelah

■ Berkeringat

■ Lapar

■ Mual

■ Mudah marah

■ Denyut jantung tidak teratur atau berdetak cepat

■ Perilaku agresif

■ Bingung

Beberapa orang mengembangkan suatu kondisi yang dikenal sebagai ketidaksadaran hipoglikemia (hypoglycemia unawareness) dan tidak mengalami gejala penurunan kadar gula darah seperti di atas.

Penyebab Koma Diabetikum

Kadar gula darah ekstrim yang berkepanjangan – gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dalam jangka lama – dapat menyebabkan koma diabetikum.

Berikut adalah beberapa penyebab koma diabetikum:

1. Ketoasidosis diabetikum (diabetic ketoacidosis)

Saat sel-sel otot membutuhkan energi, tubuh akan merespon dengan memecah timbunan lemak.

Proses ini membentuk asam beracun yang dikenal sebagai keton. Jika tidak diobati, ketoasidosis bisa menyebabkan koma diabetikum.

Ketoasidosis diabetikum paling umum terjadi pada orang yang memiliki diabetes tipe-1, tetapi juga dapat memengaruhi orang-orang yang memiliki diabetes tipe-2 atau gestational diabetes.

2. Sindrom hiperosmolar diabetikum (diabetic hyperosmolar syndrome)

Saat kadar gula darah puncak terukur sebesar 600 mg/dL atau 33 mmol/L, kondisi ini dikenal sebagai sindrom hiperosmolar diabetikum.

Ketika gula darah mencapai level ini, darah menjadi kental dan manis. Kelebihan gula lantas dibuang ke dalam air seni yang memicu pembuangan jumlah besar cairan dari tubuh.

Jika tidak ditangani, sindrom hiperosmolar diabetes dapat menyebabkan dehidrasi dan menyebabkan koma.

Sindrom hiperosmolar diabetikum umum terjadi pada penderita paruh baya yang memiliki diabetes tipe-2.

3. Hipoglikemia

Otak perlu glukosa untuk berfungsi normal. Level gula darah yang rendah dapat menyebabkan pingsan.

Hipoglikemia dapat disebabkan karena kadar insulin terlalu tinggi atau terlalu sedikit makan. Berolahraga terlalu keras atau minum alkohol terlalu banyak dapat pula menjadi penyebab.[]

Tags: , , , , , , , ,

Kategori: Kesehatan, Kondisi & Penyakit

Jangan ketinggalan:
probiotik
Manfaat & Efek Samping Lactobacillus acidophilus

ikan beta1
5 Tips Memberi Makan Ikan Cupang dengan Kacang Polong

Close