[TIPS] Dosis & Cara Kerja Aspirin Menyembuhkan Sakit Kepala

sakit kepala migrain


Sejarah Aspirin

Aspirin terbuat dari asam salisilat. Asam salisilat merupakan zat yang ditemukan dalam tanaman willow putih.

Asam salisilat telah digunakan selama berabad-abad oleh penyembuh tradisional untuk mengurangi rasa sakit, bengkak, dan demam.

Para ilmuwan mempelajari reaksi kimia dari asam salisilat selama bertahun-tahun sebelum memproduksi aspirin seperti yang kita kenal sekarang.

Penyebab Sakit Kepala

Saat terkena sakit kepala, Anda kemungkinan besar akan mengambil obat penghilang rasa nyeri untuk menghilangkan keluhan.

Aspirin adalah obat yang ideal karena bekerja dengan memengaruhi proses kimia tubuh untuk menghilangkan rasa nyeri.

Sakit kepala disebabkan oleh berbagai sebab termasuk faktor lingkungan, alergi makanan, dan stres.

Rasa sakit dapat terjadi di seluruh kepala atau hanya salah satu sisi kepala yang biasa disebut sebagai migren.

Biologi Sakit Kepala

Rasa sakit kepala berasal dari saraf di sekitar kulit kepala, serta saraf di wajah.

Sebagian besar saraf terhubung langsung dari kepala ke otak. Saat terjadi rangsangan nyeri, sinyal ini langsung disalurkan syaraf menuju otak yang kemudian dirasakan sebagai sakit kepala.

Prostaglandin

Sistem saraf pusat menghasilkan bahan kimia yang disebut prostaglandin untuk menanggapi rangsangan tertentu.

Prostaglandin mampu melawan infeksi dan trauma pada tubuh. Zat kimia ini bersifat seperti asam lemak tak jenuh, yang saat bekerja menciptakan gejala nyeri dan peradangan.

Enzim COX-2

Semua sel mengandung enzim. Enzim adalah katalis yang membantu reaksi kimia tubuh.

Enzim COX-2 merupakan bagian penting dari respon kekebalan. Reaksi enzim COX-2 menyebabkan sel mengirimkan pesan ke otak.

Pesan-pesan tesebut membuat sistem saraf pusat untuk menghasilkan prostaglandin. Prostaglandin, pada gilirannya, menyebabkan gejala sakit kepala.

Cara Kerja Aspirin

Aspirin menghambat produksi prostaglandin dengan menghambat enzim COX-2. Molekul aspirin menempel pada enzim COX-2.

Penempelan ini menghambat enzim melakukan reaksi kimia. Bila tidak ada reaksi kimia yang dihasilkan, tidak ada pesan ditransmisikan ke otak untuk memproduksi prostaglandin.

Dengan tidak diproduksinya  prostaglandin, rasa sakit kepala dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali.

Dosis Aspirin

Dosis aspirin bervariasi sesuai dengan intensitas rasa sakit yang dirasakan. Biasanya dosis normal adalah 324 mg setiap empat jam.

Untuk sakit kepala berat, Anda dapat mengambil hingga 648 mg aspirin setiap empat jam.

Disarankan tidak mengonsumsi lebih dari 48 tablet dalam jangka waktu dua puluh empat jam.

Wanita hamil terutama pada trimester pertama dianjurkan tidak mengambil aspirin karena dapat memengaruhi perkembangan janin.

Anak-anak di bawah usia dua belas tahun harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi aspirin.

Individu yang baru pulih dari flu atau cacar air juga tidak dianjurkan mengambil aspirin.[]

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *