Ketahui Penyebab Kerontokan Rambut setelah Kemoterapi

Amazine.co | Online Popular Knowledge

pasien rumah sakit


Untuk memahami mengapa kemoterapi (chemotherapy) menyebabkan rambut rontok, Anda harus terlebih dahulu mengetahui bagaimana cara kerja kemoterapi.

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang umum digunakan untuk memodifikasi sel-sel kanker sehingga tidak lagi tumbuh tak terkendali.

Sayangnya, saat melakukan kemoterapi tidak hanya sel kanker yang dibunuh, melainkan juga sel-sel normal yang sehat.

Karena kemoterapi dapat membahayakan sel-sel kanker sekaligus sel-sel tubuh yang sehat, maka pemberiannya harus dilakukan dengan jeda.  Hal ini akan memberikan waktu bagi sel tubuh untuk memulihkan diri.

Pertumbuhan Sel

Target operasi kemoterapi adalah setiap sel dalam tubuh yang tumbuh dan membelah diri dengan cepat.

Sel yang tumbuh dengan cepat tak terkendali merupakan ciri-ciri sel kanker. Sel kanker membelah dengan cepat melampaui kecepatan sel-sel tubuh normal.

Pada masa pertumbuhan, sel-sel terus membelah sehingga tubuh menjadi tumbuh dan berkembang. Setelah masa dewasa, sebagian besar aktivitas pembelahan sel akan menurun.

Namun, beberapa sel tubuh, seperti sel rambut  terus tumbuh dan membelah dengan laju yang cepat untuk mengiringi kematian atau kerontokan rambut.

Secara tidak sengaja, reaksi kemoterapi lantas memengaruhi sel rambut dan membuatnya menjadi rontok.

Matriks Rambut

Pertumbuhan rambut dimulai di daerah folikel rambut yang disebut matriks rambut. Di daerah ini, sel-sel epitel secara konstan membelah untuk memproduksi rambut.

Sel-sel epitel adalah salah satu jenis sel yang tumbuh paling cepat. Ketika memasuki sistem tubuh, obat kemoterapi tidak bisa membedakan antara sel kanker dan sel tubuh yang sehat.

Satu-satunya indikator bagi kemoterapi adalah seberapa cepat sel membelah. Karena itu, obat kemoterapi tidak hanya menyerang sel kanker, tetapi juga menyerang sel-sel epitel rambut.

Kondisi inilah yang lantas memicu kerontokan rambut pada orang-orang yang melakukan kemoterapi.

Pemulihan

Tidak seperti sel-sel kanker, sel-sel epitel rambut umumnya dapat memulihkan diri setelah kemoterapi selesai dilakukan.

Waktu yang dibutuhkan bagi rambut agar kembali tumbuh normal berkisar antara 4 hingga 6 minggu setelah seri terakhir kemoterapi.

Rambut mungkin tidak akan langsung tumbuh dengan sempurna untuk beberapa bulan awal, namun setelah melalui masa tersebut umumnya kondisi rambut akan kembali seperti sediakala.[]

Tags: , ,

Kategori: Kesehatan, Terapi & Obat

Jangan ketinggalan:
nyeri endometriosis
[TIPS] 8 Diuretik untuk Meringankan Kembung saat PMS

jerawatan
Tips Cantik: Minyak Ikan untuk Menghilangkan Bekas Jerawat

Close