[TIPS] 8 Efek Samping Kemoterapi & Cara Mengatasinya

Amazine.co | Online Popular Knowledge

pasien rumah sakit


Salah satu pengobatan kanker yang paling umum dilakukan adalah kemoterapi (chemotherapy).

Namun sayangnya, kemoterapi banyak meninggalkan keluhan dan efek samping bagi pasien kanker.

Berikut akan dibahas mengenai efek samping paling umum dari kemoterapi beserta cara-cara untuk mengatasinya.

1. Rambut rontok

Rambut rontok bisa mengganggu penampilan dan menjadi kekhawatiran baik oleh laki-laki maupun perempuan. Rambut rontok bisa ‘disembunyikan’ dengan wig, topi, atau bandana.

Sebagian salon mungkin menawarkan konsultasi yang dapat membantu pasien meningkatkan penampilan dan citra diri selama melakukan kemoterapi.

2. Mual

Berikut adalah tips mengatasi mual akibat kemoterapi:

a. Obat anti-muntah

Obat anti muntah sangat efektif dalam meminimalkan atau menghilangkan mual. Tanyakan kepada dokter mengenai jenis obat dan dosis yang tepat.

b. Gunakan alat makan dari plastik

Alih-alih menggunakan peralatan makan dari logam, cobalah untuk menggunakan peralatan makan dari plastik untuk menghindari rasa logam yang dapat memicu mual.

c. Jahe

Jahe merupakan herbal yang ampuh untuk mengatasi rasa mual. Jahe bahkan digunakan oleh NASA sebagai obat anti mabuk untuk para astronot.

d. Peppermint

Selain jahe, peppermint dikenal dapat meringankan mual secara alami.

e. Permen

Beberapa jenis permen seperti mint dan tart citrus dikenal bisa meringankan rasa mual ringan.

f. Biskuit asin

Biskuit kering asin dikenal dapat menyerap kelebihan air liur yang sering memberikan kontribusi atas rasa mual dan mampu meminimalkan asam lambung.

g. Vitamin B6

Dosis 50 mg vitamin B6 dapat meminimalkan mual.

3. Muntah

a. Makan dalam porsi kecil tapi lebih sering, alih-alih makan sekaligus dalam porsi besar.

b. Hindari minum terlalu banyak satu jam sebelum dan sesudah makan.

c. Makan makanan yang hangat.

d. Minum sedikit demi sedikit, alih-alih langsung banyak.

f. Obat anti muntah juga bisa dicoba untuk menekan muntah.

4. Penurunan berat badan

Beberapa suplemen gizi akan ideal dikonsumsi untuk membantu mencegah penurunan berat badan yang terlalu ekstrim. Konsultasikan dengan dokter mengenai suplemen apa saja yang cocok dan aman.

5. Diare

a. Makan pisang, roti putih, yogurt tawar, telur, kentang, ayam, atau kalkun untuk mengurangi diare.

b. Minum oralit dan banyak air untuk mengatasi kehilangan cairan tubuh dan elektrolit.

c. Hindari susu, kafein, sayuran mentah, makanan yang digoreng, kacang-kacangan, biji-bijian, dan popcorn.

d. Hindari baik minuman panas dan dingin yang dapat merangsang motilitas usus besar.

6. Kelelahan

a. Ambil tidur siang pendek namun lebih sering, alih-alih satu tidur siang yang lama.

b. Konsumsi makanan kaya vitamin B12 seperti daging, susu ikan, atau mengambil suplemen vitamin B12.

c. Minum cukup cairan.

d. Usahakan untuk melakukan olahraga ringan untuk meningkatkan tingkat energi tubuh.

7. Nyeri

a. Meditasi

Cobalah teknik meditasi, yoga atau pernapasan untuk membantu mengatasi stres dan nyeri yang disebabkan oleh kanker dan kemoterapi.

b. Akupunktur

Akupunktur juga dapat membantu meringankan rasa sakit dan berbagai gejala lainnya yang berhubungan denga efek samping kemoterapi.

c. Pijat

Terapi pijat bisa mengurangi nyeri otot sekaligus stres.

d. Obat anti inflamasi

Obat anti inflamasi dapat menjadi pilihan selama kemoterapi serta setelah menjalani prosedur pembedahan.

8. Depresi

a. Bergabung dengan support group lokal atau komunitas online lainnya. Komunitas semacam ini dapat menjadi tempat berbagi dan mendapatkan dukungan.

b. Olahraga dapat membantu melepaskan berbagai zat kimia tubuh yang mampu melawan depresi dan stres.

c. Manjakan diri. Manikur, sepasang sepatu baru, atau berlibur sejenak dapat membantu mengurangi tingkat depresi.

d. Resep antidepresan dapat mengurangi gejala emosional dan fisik akibat depresi sehingga memungkinkan pasien fokus pada perawatan dan pemulihan.

e. Konseling pribadi dapat membantu pasien dan keluarga mereka mengatasi berbagai ketidakstabilan emosi, kekhawatiran, dan kesulitan yang menyertai kanker dan kemoterapi.[]

Tags: , ,

Kategori: Kesehatan, Terapi & Obat

Jangan ketinggalan:
tulisan diabetes1
Tips Sehat: Retinopathy, Masalah Kesehatan Mata pada Diabetes

Lebah Madu_1
22 Fakta tentang Lebah Madu yang Perlu Anda Ketahui

Close